100% Kecewa, Travel Umroh Gresik Bermasalah dan Dugaan Kasus Penipuan

Rp16.750.000

SurabayaTravel.id – Dugaan penipuan berkedok perjalanan ibadah umrah kembali mengguncang masyarakat Jawa Timur. Kali ini, ribuan warga dari Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik diduga menjadi korban biro travel umrah dan haji plus bernama PT Tawwabiin Umroh dan Haji Plus yang berkantor di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan.

Kasus ini mencuat setelah ratusan calon jemaah tak kunjung mendapatkan kepastian keberangkatan ke Tanah Suci. Dana yang telah disetorkan pun tak bisa kembali, dengan total kerugian ditaksir mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 18 miliar.

Baca: Rekomendasi Travel Umroh Gresik Terbaik

Gagal Berangkat

Harapan ribuan warga untuk menunaikan ibadah umrah berubah menjadi kekecewaan mendalam. Program perjalanan yang sebelumnya dijanjikan oleh pihak travel tidak pernah terealisasi, meskipun sebagian besar calon jemaah sudah melunasi seluruh biaya.

Banyak calon jemaah mengaku telah menunggu berbulan bulan tanpa kejelasan. Jadwal keberangkatan terus diundur, sementara pihak travel semakin sulit dihubungi. Kondisi ini memicu keresahan dan kecurigaan di kalangan calon jemaah.

Kekecewaan semakin memuncak ketika keberangkatan yang dijanjikan tak pernah terwujud hingga awal tahun 2025. Sejak saat itu, dugaan penipuan mulai terkuak ke permukaan.

Laporan ke Polres

Sambil membawa berbagai dokumen dan bukti pembayaran, perwakilan korban akhirnya mendatangi Polres Lamongan pada Kamis, 24 Juli 2025. Langkah tersebut diambil sebagai upaya mencari keadilan sekaligus perlindungan hukum.

Para pelapor berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut tuntas kasus ini. Mereka menilai peristiwa tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan sudah mengarah pada dugaan penipuan terstruktur.

Laporan ini menjadi titik awal penanganan kasus yang diduga melibatkan jumlah korban sangat besar, tidak hanya dari Lamongan, tetapi juga dari wilayah Gresik dan sekitarnya.

Kesaksian Korban

Wahyudiono, salah satu korban, mengungkapkan bahwa kejanggalan mulai terasa sejak Januari 2025. Pada periode tersebut, pihak travel tidak lagi memberikan informasi apa pun terkait jadwal keberangkatan.

Menurut pengakuannya, komunikasi dengan pihak biro travel semakin sulit dilakukan. Telepon dan pesan singkat tidak mendapatkan respons, sementara janji keberangkatan terus ditunda tanpa alasan yang jelas.

Situasi semakin mencurigakan ketika kantor PT Tawwabiin Umroh dan Haji Plus diketahui sudah tidak beroperasi. Sejak April 2025, kantor tersebut disebut kosong dan tidak menunjukkan aktivitas pelayanan sama sekali.

Modus Umrah Murah

Wahyudiono menjelaskan bahwa modus yang digunakan pihak travel terbilang klasik, namun efektif. Penawaran paket umrah dengan harga sangat murah disebarkan secara masif melalui platform media sosial.

Calon jemaah dijanjikan bisa berangkat umrah dengan biaya di bawah Rp 20 juta. Bahkan ada paket yang ditawarkan dengan harga Rp 17,5 juta, hingga kisaran Rp 10 juta per orang, angka yang sangat menggiurkan.

Harga murah tersebut membuat banyak warga tergiur, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah. Banyak yang berharap bisa menunaikan ibadah umrah dengan biaya terjangkau tanpa mempertimbangkan risiko lebih jauh.

Capai Ribuan Orang

Berdasarkan pendataan sementara dari para korban, jumlah warga yang tertipu diduga mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan dan Gresik.

Namun demikian, tidak semua korban datang melapor ke kantor polisi. Wahyudiono menyebutkan bahwa yang hadir secara langsung hanya puluhan orang, sementara sebagian besar lainnya masih menunggu perkembangan.

Beberapa korban mengaku ragu melapor karena berbagai alasan, mulai dari keterbatasan waktu, biaya, hingga rasa malu. Ada pula yang masih berharap dana bisa kembali tanpa melalui proses hukum.

Lepas Tanggung Jawab

Hal yang membuat korban semakin kecewa adalah sikap pihak internal PT Tawwabiin. Menurut Wahyudiono, sejumlah orang yang sebelumnya mengaku sebagai pengurus kini membantah keterlibatan mereka.

Beberapa nama yang sempat dikenal sebagai pengurus justru menyatakan bahwa identitasnya dicatut tanpa izin. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, sekaligus memperkuat dugaan adanya masalah serius dalam manajemen perusahaan.

Ketidakjelasan struktur pengelolaan tersebut menyulitkan korban untuk meminta pertanggungjawaban. Tidak ada sosok yang benar benar tampil memberikan klarifikasi secara terbuka.

Penanganan Awal

Kepolisian Resor Lamongan membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan penipuan perjalanan umrah oleh PT Tawwabiin. Penanganan awal kini sedang dilakukan oleh Satreskrim Polres Lamongan.

Kanit VI Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Lamongan, Ipda Rizma Ramadhama, menyampaikan bahwa laporan awal memang berasal dari beberapa orang. Dari laporan tersebut, kepolisian akan melakukan pengembangan.

Ia menjelaskan bahwa meskipun pelapor awal hanya empat orang, laporan akan dijadikan satu perwakilan. Dari satu laporan tersebut, penyidik akan menelusuri dan mengembangkan jumlah korban lainnya.

Proses Penyelidikan

Pihak kepolisian menegaskan bahwa laporan ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum. Pengumpulan keterangan saksi dan bukti transaksi menjadi langkah awal dalam proses penyelidikan.

Jika ditemukan unsur pidana, kasus ini akan dinaikkan ke tahap penyidikan. Polisi juga membuka peluang bagi korban lain untuk melapor agar data kerugian dan jumlah korban dapat terverifikasi secara menyeluruh.

Kasus dugaan penipuan umrah murah ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati hati dalam memilih biro perjalanan ibadah. Harga murah yang tidak masuk akal sering kali menyimpan risiko besar di baliknya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Scroll to Top