SurabayaTravel.id – Kasus travel umrah bermasalah dan penipuan di Surabaya menjadi perhatian publik setelah puluhan calon jemaah mendatangi kantor biro perjalanan untuk menuntut kepastian keberangkatan. Harapan beribadah ke Tanah Suci berubah menjadi kekecewaan akibat jadwal yang terus tertunda tanpa kejelasan.
Masalah ini mencuat ketika para jemaah mengaku telah melunasi biaya umrah, namun keberangkatan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Alasan penundaan yang disampaikan pihak travel dinilai tidak memberikan solusi pasti bagi para calon jemaah.
Situasi semakin memanas karena sebagian jemaah diminta menunggu berbulan bulan atau menambah biaya agar tetap bisa berangkat. Kondisi tersebut memicu keresahan, hingga akhirnya berujung pada laporan dan proses hukum terhadap pengelola travel umrah tersebut.
Baca: Rekomendasi Travel Umroh Surabaya Terbaik dengan Rating Tertinggi
Geruduk Kantor
Puluhan warga mendatangi kantor Tour dan Travel Arofahmina yang berlokasi di Surabaya untuk meminta kejelasan keberangkatan ibadah umrah yang telah mereka bayar. Kedatangan para calon jemaah ini dipicu oleh ketidakpastian jadwal keberangkatan yang terus mengalami penundaan.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sekitar pukul 18.00 WIB, kantor travel yang berada di Jalan Kartini, Kecamatan Tegalsari, dipadati warga. Jumlah massa yang cukup banyak membuat sebagian dari mereka masuk ke dalam kantor untuk meminta penjelasan langsung dari pihak pengelola.
Salah satu calon jemaah, Eli, warga Surabaya, mengaku datang karena keberangkatan umrahnya yang seharusnya dilakukan pada Februari justru ditunda hingga enam bulan. Ia mengatakan penundaan tersebut telah disampaikan sejak Januari tanpa kepastian yang jelas.
Eli menjelaskan bahwa dirinya mendaftar umrah pada 8 Desember 2022 dengan biaya sebesar Rp 32 juta dan telah melunasi pembayaran. Namun, pihak travel menyampaikan alasan penundaan karena kondisi Makkah yang padat. Ia diberi pilihan menunggu hingga Agustus atau tetap berangkat dengan fasilitas yang diturunkan dari paket awal.
Keluhan serupa juga disampaikan Nova, warga Tulungagung, yang datang bersama suaminya. Nova menyebut jadwal keberangkatan mereka yang semula dijadwalkan pada akhir Januari tiba tiba diubah secara mendadak oleh pihak travel tanpa kepastian lanjutan.
Menurut Nova, upaya konfirmasi yang dilakukan berulang kali tidak membuahkan hasil yang jelas. Karena merasa dirugikan dan kesabaran telah habis, ia bersama jemaah lain sepakat meminta pengembalian dana agar bisa berangkat umrah melalui biro perjalanan lain.
Nova juga menyebutkan bahwa pihak travel sempat menawarkan keberangkatan dengan syarat penambahan biaya yang cukup besar. Opsi tersebut ditolak jemaah karena dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Selain itu, skema pengembalian dana yang memakan waktu hingga enam bulan bahkan satu tahun menjadi keberatan utama para jemaah.
Bos Ditangkap
Kepolisian akhirnya menangkap Direktur perusahaan travel umrah Arofah Mina, Heri Wibowo, atas dugaan penipuan terhadap ratusan jemaah umrah. Penangkapan dilakukan oleh Satreskrim Polres Tulungagung pada awal Desember 2023 setelah melalui proses penyelidikan panjang.
Kasus ini mencuat ke publik sejak Februari 2023, saat sejumlah calon jemaah mendatangi kantor Arofahmina di Surabaya. Mereka mempertanyakan keberangkatan umrah yang telah dibayar, namun tidak kunjung terealisasi. Saat itu, diketahui beberapa jemaah hanya diberangkatkan hingga Jakarta tanpa melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Salah satu korban, Eli, mengungkapkan bahwa keberangkatannya ditunda hingga enam bulan oleh pihak travel. Ia sempat diberi pilihan untuk menunggu jadwal baru atau tetap berangkat dengan fasilitas yang tidak sesuai dengan paket awal yang dibeli.
Eli menyebutkan bahwa ia telah membayar lunas biaya umrah sebesar Rp 32 juta sejak Desember 2022. Penundaan keberangkatan disampaikan dengan alasan kepadatan jemaah di Makkah, disertai opsi pengembalian dana yang memakan waktu cukup lama.
Dalam proses penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa perlengkapan umrah, kartu identitas jemaah, tas, serta brosur perjalanan. Dari hasil penyelidikan, diketahui izin operasional perusahaan travel tersebut telah dibekukan sejak Mei 2023.
Kapolres Tulungagung menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari perekrutan calon jemaah dengan biaya tertentu, namun hingga jadwal keberangkatan tiba, para korban gagal diberangkatkan ke Arab Saudi. Beberapa jemaah bahkan sempat diterbangkan ke Jakarta sebelum akhirnya gagal melanjutkan perjalanan.
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa total jemaah yang direkrut mencapai ribuan orang. Sebagian besar berhasil diberangkatkan, namun ratusan lainnya gagal berangkat hingga menimbulkan kerugian besar. Uang yang dibayarkan jemaah diketahui digunakan tersangka untuk menutup kerugian perusahaan serta memenuhi kebutuhan pribadi.
Pihak perusahaan sempat menawarkan solusi berupa penjadwalan ulang atau pengembalian dana kepada ratusan jemaah. Namun, janji tersebut tidak kunjung direalisasikan hingga akhirnya para korban melapor ke pihak berwajib.
Tersangka Heri Wibowo ditangkap saat bersembunyi di sebuah apartemen di Surabaya. Total kerugian yang dialami para jemaah diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Saat ini, tersangka ditahan di Polres Tulungagung dan dijerat pasal penipuan serta penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Cara Lapor Penipu
Melaporkan travel umrah penipu perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar kasus cepat ditangani secara hukum. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah mendatangi Kementerian Agama untuk menyampaikan pengaduan secara resmi.
Siapkan seluruh bukti yang dimiliki, mulai dari bukti transfer pembayaran, salinan perjanjian, hingga rekaman komunikasi dengan pihak biro perjalanan. Kelengkapan dokumen akan mempermudah proses verifikasi dan memperjelas posisi kamu sebagai korban.
Tahap selanjutnya adalah membuat laporan resmi ke kantor kepolisian. Melalui laporan ini, kasus dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dan pihak terkait bisa dimintai pertanggungjawaban secara pidana.
Semakin lengkap bukti yang diserahkan, semakin kuat dasar penyelidikan yang dilakukan aparat. Laporan polisi juga membuka peluang penelusuran aliran dana serta pengungkapan jaringan penipuan yang lebih luas.
Selain jalur hukum, kamu juga disarankan membagikan informasi mengenai modus penipuan yang dialami. Pengalaman korban dapat menjadi peringatan bagi calon jemaah lain agar lebih berhati hati dalam memilih biro perjalanan.
Kasus penipuan umrah juga dapat dilaporkan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI. Lembaga ini berfungsi membantu perlindungan hak konsumen sekaligus memberikan pendampingan atau mediasi.
Dengan menempuh jalur Kementerian Agama, kepolisian, serta lembaga konsumen, peluang mendapatkan keadilan menjadi lebih besar. Keberanian melapor juga berperan penting dalam melindungi masyarakat dari kasus serupa.
Hindari Penipuan
Menghindari penipuan umroh memerlukan kewaspadaan sejak awal agar ibadah berjalan aman dan tenang. Salah satu tanda yang patut dicurigai adalah penawaran harga yang terlalu murah dan jauh dari standar umum.
Sebelum melakukan pembayaran, pastikan kamu mendapatkan bukti jelas terkait fasilitas yang dijanjikan. Konfirmasi tiket pesawat, pemesanan hotel, dan dokumen visa menjadi indikator penting bahwa keberangkatan benar benar direncanakan.
Hindari pula skema pemasaran yang tidak masuk akal, seperti program mengajak beberapa orang lalu mendapatkan bonus gratis. Pola seperti ini sering kali tidak transparan dan berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari.
Pastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Legalitas tersebut menunjukkan bahwa travel berada dalam pengawasan dan memiliki tanggung jawab hukum yang jelas.
Selain itu, periksa rekam jejak penyelenggara umroh melalui ulasan jemaah sebelumnya. Travel yang berpengalaman biasanya memiliki testimoni positif dan riwayat keberangkatan yang konsisten.
Libatkan keluarga saat mengambil keputusan agar setiap pilihan bisa dipertimbangkan secara matang. Diskusi bersama orang terdekat membantu kamu terhindar dari keputusan terburu buru yang berpotensi merugikan.
Kehati hatian dalam memilih biro perjalanan memang membutuhkan waktu, namun langkah ini memberikan rasa aman. Ketelitian terhadap detail layanan, legalitas, dan reputasi travel menjadi kunci utama agar perjalanan ibadah berjalan lancar tanpa masalah.
Cara Menipu Korban
Modus penipuan travel umroh biasanya dimulai dari penawaran paket perjalanan yang terlihat sangat menarik. Harga dibuat jauh di bawah standar pasar, bahkan ada yang dipatok kurang dari Rp20 juta agar calon jemaah tergiur dengan biaya murah.
Selain memainkan harga, sebagian travel bermasalah memakai sistem perekrutan berantai. Calon peserta dijanjikan umroh gratis jika berhasil mengajak beberapa orang lain untuk mendaftar, padahal skema ini lebih mengandalkan setoran peserta baru.
Ada juga yang menawarkan keberangkatan cepat tanpa antre. Janji seperti ini sering terdengar meyakinkan, meskipun proses umroh seharusnya melalui tahapan resmi mulai dari visa hingga tiket penerbangan.
Setelah pembayaran diterima, berbagai alasan mulai bermunculan. Mulai dari visa belum turun, jadwal pesawat berubah, hingga kendala administrasi yang tidak pernah dijelaskan secara rinci.
Penundaan yang terjadi berulang kali membuat calon jemaah kehilangan kepastian. Dalam banyak kasus, keberangkatan terus mundur hingga akhirnya gagal berangkat sama sekali.
Ciri lain yang sering ditemukan adalah informasi fasilitas yang tidak transparan. Tiket, hotel, dan visa tidak pernah ditunjukkan secara jelas hingga hari keberangkatan semakin dekat.
Kombinasi harga murah, janji instan, dan informasi yang ditutup tutupi menjadi pola umum travel umroh penipu. Tanpa kewaspadaan sejak awal, calon jemaah sangat mudah terjebak dalam skema yang sama.
Cek Kredibilitas
Memastikan kredibilitas travel umroh menjadi langkah penting agar ibadah berjalan tenang. Legalitas saja tidak cukup, karena banyak kasus bermasalah justru datang dari biro yang terlihat resmi.
Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah mengecek kepemilikan perusahaan. Mengetahui siapa pendiri atau pengelolanya membantu melihat rekam jejak dan reputasi yang pernah terbentuk sebelumnya.
Jika pemiliknya pernah terlibat kasus penundaan atau gagal memberangkatkan jemaah, sebaiknya kamu lebih berhati hati. Transparansi pengelola menjadi salah satu indikator utama kepercayaan.
Periksa juga media sosial dan website resmi travel tersebut. Dari sana bisa terlihat bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan calon jemaah serta seberapa aktif menjawab pertanyaan atau keluhan.
Website yang dikelola dengan baik biasanya memuat informasi paket, jadwal, fasilitas, hingga kontak yang jelas. Travel yang profesional cenderung terbuka dan tidak menyembunyikan detail penting.
Review dan testimoni juga tidak boleh diabaikan. Luangkan waktu membaca ulasan di Google Maps, forum, atau media sosial untuk melihat pengalaman jemaah sebelumnya.
Komentar negatif yang berulang tentang keterlambatan atau ketidakjelasan layanan patut menjadi peringatan. Sebaliknya, dominasi ulasan positif menunjukkan adanya komitmen dalam pelayanan.
Validasi ini penting karena banyak calon jemaah terjebak harga murah tanpa mengecek latar belakang travel. Padahal umroh adalah ibadah yang membutuhkan persiapan matang, bukan sekadar soal biaya.
Dengan mengecek kepemilikan, jejak digital, dan ulasan publik, kamu bisa menilai sebuah travel secara lebih objektif. Langkah sederhana ini membantu melindungi keuangan sekaligus menjaga ketenangan saat beribadah.





Ulasan
Belum ada ulasan.