SurabayaTravel.id – Puluhan warga Desa Pacul, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, harus menelan kekecewaan setelah harapan berangkat umrah pupus begitu saja. Program perjalanan ibadah yang dijanjikan dengan biaya sangat ringan ternyata berujung tanpa kejelasan.
Awalnya, tawaran umrah murah ini terdengar seperti kabar baik bagi warga desa. Biaya yang diminta sangat kecil sehingga banyak yang merasa kesempatan tersebut jarang terjadi dan sayang untuk dilewatkan.
Baca: Rekomendasi Travel Umroh Bojonegoro Terbaik
Biaya Sangat Rendah
Berdasarkan laporan Radio Suara Bojonegoro Indah yang disiarkan melalui Jaring Radio Suara Surabaya, setiap calon jemaah hanya diminta biaya administrasi dan pemberangkatan sebesar Rp200.000 per orang.
Nominal tersebut dinilai tidak memberatkan, bahkan untuk warga dengan kondisi ekonomi sederhana. Hal inilah yang membuat banyak warga merasa aman dan tidak curiga terhadap program tersebut.
Tak Pernah Terwujud
Para calon jemaah dijanjikan akan berangkat ke Tanah Suci pada 3 Maret 2015. Tanggal tersebut sudah dicatat dan dinanti oleh warga dengan penuh harapan serta persiapan batin.
Namun kenyataan berbicara lain. Hingga tanggal keberangkatan tiba, tidak ada kepastian apa pun. Tidak ada transportasi, tidak ada pendamping, bahkan informasi dari pihak travel pun semakin sulit diperoleh.
Travel Menghilang
Pihak biro perjalanan yang disebut berasal dari wilayah Malang diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas program umrah murah tersebut. Sayangnya, setelah jadwal keberangkatan terlewati, travel tersebut tidak menunjukkan itikad baik.
Komunikasi mulai terputus dan tidak ada penjelasan resmi terkait pembatalan atau penundaan keberangkatan. Warga yang sebelumnya percaya mulai merasa kebingungan dan resah.
Ajakan Keluarga
Yasin, salah satu warga RT 13 Desa Pacul, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini bermula dari ajakan saudara dekat. Informasi tersebut menyebar dari mulut ke mulut di lingkungan sekitar.
Karena datang dari orang yang sudah dikenal, kepercayaan warga semakin kuat. Tidak sedikit yang merasa yakin karena berpikir bahwa program ini aman dan sudah melalui pertimbangan bersama.
Jadi Kekecewaan
Bagi sebagian warga, kesempatan ini dianggap sebagai jalan untuk bisa beribadah ke Tanah Suci tanpa harus menunggu lama atau mengumpulkan biaya besar. Harapan tersebut kini berubah menjadi rasa kecewa dan sedih.
Beberapa warga mengaku sudah memberi tahu keluarga besar tentang rencana keberangkatan umrah. Bahkan ada yang sudah mempersiapkan kebutuhan pribadi meski sederhana.
Langkah Hukum
Meski merasa dirugikan, kasus ini tidak langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Warga Desa Pacul memilih menahan diri dan belum mengambil langkah hukum secara resmi.
Alasan utama keputusan tersebut adalah masih adanya harapan bahwa pihak travel akan menunjukkan tanggung jawab. Warga berharap ada klarifikasi atau solusi yang diberikan tanpa harus menempuh jalur hukum.
Secara Kekeluargaan
Sebagian warga beranggapan bahwa nilai kerugian secara materi memang tidak besar, namun dampak psikologisnya cukup terasa. Meski demikian, pendekatan kekeluargaan masih menjadi pilihan utama.
Warga berharap pihak travel dapat kembali menghubungi dan memberikan penjelasan yang jujur. Setidaknya, kejelasan informasi dianggap penting agar tidak terus menimbulkan tanda tanya.
Tawaran Terlalu Murah
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya di pedesaan, agar lebih berhati hati menerima tawaran perjalanan ibadah dengan biaya yang tidak wajar.
Program umrah pada umumnya membutuhkan biaya besar untuk tiket, akomodasi, dan kebutuhan lain. Ketika biaya yang ditawarkan terlalu rendah, kewaspadaan seharusnya ditingkatkan.
Dampak Sosial
Peristiwa ini juga memengaruhi suasana sosial di Desa Pacul. Percakapan warga banyak membahas soal kejadian tersebut, mulai dari rasa kecewa hingga saling menguatkan satu sama lain.
Meski tidak terjadi konflik, rasa percaya terhadap informasi luar menjadi sedikit berkurang. Warga kini lebih selektif menerima tawaran, terutama yang berkaitan dengan ibadah.
Agar Tidak Terulang
Para korban berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, baik di Desa Pacul maupun di wilayah lain. Sosialisasi dan edukasi tentang travel resmi umrah dianggap penting agar masyarakat lebih terlindungi.
Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa niat baik untuk beribadah tetap harus dibarengi kehati hatian. Kejelasan legalitas dan rekam jejak penyelenggara perjalanan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.





Ulasan
Belum ada ulasan.